Selasa, 23 Oktober 2012

10 Fakta Unik Dunia

10 Fakta Unik Dunia

1. Bulan Semakin Menjauh dari Bumi


Orbit bulan bertambah lebar, kira-kira 3.8 cm pertahun. (Radius orbit Bulan kira-kira 384,000 km). Ini karena Bulan menyebabkan pasang surut Bumi. Kerana sisi Bumi yang menghadap Bulan lebih dekat, maka tarikan gravitasi menjadi lebih kuat dari pada pusat bumi, hal yang sama berlaku pada sisi Bumi yang menjauhi bulan jika dibanding pusat Bumi. Kesan ini akan merentangkan bumi sedikit, dan membuatnya sedikit gepeng. Dianggarkan 15 billion tahun lagi Hari Bumi akan menjadi 55 hari, tidak 30 hari lagi, sesuai dengan waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi Bumi.

2. Kamu Boleh Ereksi Ketika Mati


A death erection (kadang disebut “angel lust”) adalah ereksi post-mortem yang terjadi saat seorang lelaki meninggal baik dengan cara berdiri atau tengkurap dengan mayat tetap pada posisi demikian. Selama masih hidup, pemompaan darah oleh jantung menjamin distribusi melalui saluran darah ke seluruh badan berjalan lancar. Saat mekanisme ini berakhir, hanyalah gaya gravitasi yang mempengaruhi darah. Darah menuju titik terendah dari tubuh dan menyebabkan edema atau terjadinya pembengkakan, perubahan warna yang disebabkan hal ini disebut lividity.

Jika seseorang meninggal secara vertikal misal gantung diri, darah akan menuju area kaki. Tekanan akan membesar saat berat darah mendorong ke bawah. Ini menyebabkan saluran darah dan jaringan di kaki menggembung pada kapasitas elastisitas tertinggi dan tetap pada volume darah terbanyak yang boleh ditampung. Kesan ini terjadi tepat di kaki dan pinggang. Darah yang ada di torso berusaha mengalir ke bahagian bawah akibat gravitasi, dan darah yang ada di pinggang (yang tidak bisa mengalir ke bawah karena sudah penuh) menyebabkan penis, yang memiliki jaringan yang bisa mengembang, terisi dengan darah dan terjadilah ereksi. Selama tubuh tetap pada posisi tersebut maka kesan akan berlanjut.

3. Hujan Binatang Dari Langit


Hujan binatang sudah jadi fenomena cuaca yang relatif umum, dilaporkan terjadi di berbagai belahan dunia. Binatang seperti jatuh dari langit layaknya hujan, biasanya ikan atau kodok. Kadang binatang yang jatuh masih hidup, menunjukkan bahwa rentang waktu ekstraksi dan saat jatuh lumayan pendek. Beberapa saksi menggambarkan binatang-binatang itu tampak takut, meskipun sehat, dan berlaku lumayan wajar setelah kejadian. Pada beberapa kejadian, binatang jatuh dalam keadaan beku dan mati, bahkan ada yang masih terkurung dalam balok es. Bukti betapa kuatnya kekuatan cuaca membawa mereka ke ketinggian di bawah nol derajat.

4. Jagad Raya Memiliki Warna Beige


Cosmic Latte adalah warna alam semesta, menurut pasukan astronomi dari John Hopkins University pada 2001, Karl Glazebrook dan Ivan Baldry menentukan warna dari alam semesta adalah putih kehijau-hijauan, tapi mereka segera mengoreksi analisa mereka di “The 2dFGalaxy Redshift Survey: constraints on cosmic star-formation history from the cosmic spectrum” yang dipublikasikan pada tahun 2002. Pada esei ini mereka melaporkan bahwasurvey warna dari seluruh cahaya di alam semesta menghasilkan warna sedikit putih beige (abu2 agak kuning). Survey termasuk lebih dari 200,000 galaksi dan mengukur rentang spektral dari cahaya dari alam semesta yang besar. Nilai hexa RGB untuk warna Cosmic Latte adalah #FFF8E7. Pada artikel di Washington Post, warnanya di tampilkan. Glazebrook berkelakar bahwa dia mencari saran untuk menamai warna baru tersebut. Beberapa orang yang membacanya mengirim saran, dan “Cosmic Latte” yang kemudian dipilih.

5. Keracunan Dapat Menyebabkan Massa Menari Histeris


Dancing Mania adalah nama yang diberikan fenomena yang terjadi kebanyakan di tanah daratan Eropa dari abad 14 sampai 17an, dimana sekelompok orang akan menari di jalanan kota, kadang dengan mulut berbusa atau mengoceh sampai roboh kelelahan. Mania terjangkit masal di Aachen Jerman pada juli 1374. Penari menuju jalanan dan berteriak-teriak dan terus menggeliat meskipun sudah roboh kelelahan. Tarian ini menyebar dengan cepat melalui Prancis dan ke kota-kota kecil. Dan puncaknya pada 1418 di Strasbourg. Bagaimanapun, banyak orang telah terjangkit dancing mania, atau terperangkap dalam dancing mania, berusaha membantu, atau hanya melihat kejadian ini, yang membuat kegiatan kota terhenti.

Meski tidak ada konsensus yang ada mengenai penyebab, beberapa kes, khususnya di Aix-la-Chapelle, mungkin memiliki penyebab phisik yang bisa dijelaskan. Gejala penderita boleh digolongkan pada keracunan semacam jamur, ergotism, dikenal pada Abad Pertengahan sebagai “St. Anthony’s Fire”. Ini disebabkan kerana memakan gandum yang terinfeksi Claviceps purpurea, jamur kecil yang mengandung racun dan mengandung kima psikoaktif (alkaloid), termasuk lysergic acid (digunakan pada masa modern untuk sintesa LSD). Gejala keracunan ergot termasuk nervous spasms, psychotic delusions, keguguran, gemetar dan mati rasa. Beberapa penari menyatakan mengalami penglihatan alam religi.

6. Gumpalan di Pusar Berasal Dari Pakaian Dalam


Banyak orang menemukan bahwa pada permulaan hari atau akhir, gumpalan kecil mengisi rongga pusar. Alasan dari hal tersebut sudah menjadi subyek spekulasi bertahun-tahun sampai pada tahun 2001, Dr. Karl Kruszelnicki dari University of Sidney, australia melakukan surveysistematis untuk menentukan seluk beluk gumpalan di pusar. Temuan utamanya adalah sebagai berikut : Navel lint terdiri dari serat-serat yang berasal baju, bercampur dengan sel kulit mati dan rambut tubuh. Sel mati inilah yang menyebabkan bau tidak enak.

Bertentangan dengan ekspektasi, gumpalan ini bergerak keatas dari pakaian dalam daripada ke bawah dari baju yang dipakai. Proses bergerak adalah hasil gesekan rambut tubuh pada pakaian dalam, yang mana membawa sisa serat ke atas menuju rongga pusar. Perempuan jarang mengalami ini kerana rambut di tubuh mereka lumayan sedikit. Sebaliknya lelaki yang lebih berumur mengalaminya lebih sering kerana kulitnya lebih kasar dan banyak rambut. Karakteristik gumpalan yang berwarna biru keabuan dihasilkan dari rata-rata warna serat kain, namun keberadaannya tidak berbahaya.

7. Larva Lalat Membantu Menyembuhkan Luka Lebih Cepat


Dulu, beberapa dokter menyadari bahwa tentara yang di lukanya terdapat belatung sembuh lebih cepat daripada yang tidak. Belatung memakan sel-sel kulit mati dan bakteri. Terapi Belatung (dikenal juga dengan Maggot Debridement Therapy –MDT-, terapi larva) adalah menaruh dengan sengaja belatung pembasmi kuman atau larva lalat ke kulit yang luka atau jaringan lembut di luka manusia atau binatang. Praktek ini digunakan secara luas sebelum ditemukannya antibiotik, untuk membersihkan jaringan mati di luka guna mempercepat penyembuhan.

8. Kuda Laut Jantan Bisa Hamil


Kuda laut bereproduksi dengan cara yang tidak biasa: Yang jantan yang mengandung. Pipefishes dan seahorse adalah spesies di dunia binatang yang mengalami “male pregnancy”. Kudalaut Jantan memiliki kantong benih yang digunakan untuk menyimpan telur yang diberikan sang betina. Saat kimpoi mereka saling melilitkan ekor dan sang betina memasukkan tabung panjang yang dinamakan ovipositor ke katong benih sang jantan. Telur-telur mengalir melalui tabung ke kantong benih dimana kemudian mereka dibuahi.

Embrio berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air. Saat sang jantan ‘melahirkan’ dia memompa ekornya sampai bayi kudalaut keluar. Kantong kudalaut jantan juga mengatur kadar garam, dengan perlahan meningkatkan kadar garam di kantong agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur dewasa. Telur yang menetas tidak bergantung pada induk. Beberapa berkembang bersama dengan plankton. Bahkan kadang-kadang induk jantan memakan telur yang baru dilahirkannya. Spesies lain (H. zosterae) ketika menetas memulai hidup sebagai benthos.

9. Janin Bisa Terjebak Di Dalam Kembarannya


Fetus in fetu (atau Foetus in foetu) digambarkan sebagai kelainan yang sangat jarang yang melibatkan janin terjebak di dalam saudara kembarnya. Janin ini terus hidup sebagai parasit bahkan setelah kelahiran dengan membentuk struktur saluran umbilical yang menyedot suplai darah kembarannya dan tumbuh membesar bahkan mulai membahayakan inangnya. Janin parasit ini anancephalic (tanpa otak) dan kekurangan organ internal, dan tidak boleh bertahan hidup sendiri, meskipun ini ‘hampir’ manusia (sekalipun belum berkembang dan aneh)memiliki fitur otot, jemari, rambut, kuku dan gigi. Fetus in fetu hanya ada sekitar 91 kasus di seluruh dunia dan tidak dilaporkan.

Fetus in fetu terjadi sangat dini pada kehamilan kembar, ketika satu janin membungkus yang lainnya. Janin dominan tumbuh, sedang janin kembar lainnya hidup selama masa kehamilan menyerap makanan dari inang kembarannya seperti semacam parasit. Biasanya, kedua kembar mati sebelum lahir, namun ada juga yang survive.

10. Binatang Bisa Meledak Alamiah



Binatang Meledak Secara Alami boleh terjadi kerana berbagai alasan. Pada tahun 2004, pengumpulan gas di dalam bangkai sperm whale, berukuran 17 meter panjang dan 50 ton berat, mengakibatkan ledakan di Taiwan. Ledakan dilaporkan menyemprotkan darah dan isi perut paus berceceran di sekitar emperan toko, saksi mata dan mobil. Populasi kodok cukup banyak di Jerman dan Denmark meledak pada April 2005 pada aksi yang digambarkan sebagai mekanisme pertahanan diri yang gagal, ketika kodok-kodok itu menggembungkan diri agar terlihat lebih besar ketika diserang burung gagak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar